El loco teman sekerjaku kemarin merekomendasikan kepadaku sebuah lagu yang dia suka sekali dengar belakangan ini. Aku bilang “Sini.. mana iPod-mu?” Karena aku tahu, kalau dia suka sekali dengan suatu lagu. 100 persen dijamin lagu itu pasti sudah enlisted di dalam iPod-nya. Setelah mendengarkan lagu itu sekali aku terkesima. Dan langsung aku online ke internet mencari lirik lagu itu selengkapnya.
Lagu tersebut berjudul “One of Us” dinyanyikan oleh Joan Osbourne. Aku membaca print out lirik lagu tersebut, sekali lagi aku terkesima.
Baris pertama lagu tersebut berbunyi:
If God has a name, would you call him to his face?
Aku jadi teringat kalau aku pernah mendengar sesuatu yang seperti ini tapi entah apa dan dimana, aku lupa.
Sampai beberapa hari setelah itu aku teringat pada sebuah tulisan yang dibuat oleh idolaku Sheikh Ahmed Husin Deedat. Tulisan itu berjudul “What is His Name?” Aku sendiri sudah lupa dimana aku membacanya. Tapi aku ingat betul inti dari tulisan itu.
Besoknya aku berbincang-bincang dengan seorang temanku yang beragama Kristen. Aku bertanya padanya, “Siapa sih nama Tuhan kalian?” Dengan lantang dia menjawab, “Yesus Kristus!” Aku bilang, “Bukan..bukan Tuhan yang itu. Bukan Tuhan Anak. Tuhan Bapak, siapa namanya?” Dia lalu terdiam. Lalu dia berkata bahwa dia tidak tahu siapa nama Tuhannya sendiri, begitu juga sebagian besar umat Kristen. Tapi kemudian dia berkata, “Tapi hal itu bukan masalah. Yesus Kristus adalah sama dengan Tuhan Bapak. Jadi Yesus juga adalah nama Tuhan.”
“Jadi kalian tak pernah tahu Siapa nama Tuhan kalian?” Temanku itu hanya menggelang, tak mengerti.
Kataku, “Aku tahu siapa nama Tuhan Bapak!”
Temanku terkejut,”Apa? Kau tahu? Memangnya siapa nama Tuhan Bapak itu?”
“Namanya… Yahweh!”
Siapakah Yahweh?
Luar biasa dan sangat mengherankan, adalah sebuah fakta yang sangat nyata bahwa sebelum abad ke XVI, kata Yahweh atau Yehwah atau Jehovah, tidak pernah terdengar. Di dalam naskah-naskah Yahudi yang ditulis dalam bahasa Ibrani, setiap kali kata ini muncul (dibaca dari kanan ke kiri seperti bahasa Arab) Yet, Huh, Wav dan Huh; atau Y.H.W.H empat huruf ini selalu didahului kata “Adonai”, untuk mengingatkan pembaca bahwa kata setelahnya “TIDAK BOLEH DIUCAPKAN”. Bangsa Yahudi sangat teliti dalam hal penyebutan nama Tuhan ini dalam “Kitab Suci” mereka. 6823 kali kata YHWH di dalam kitab Perjanjian Lama Yahudi harus dibaca sebagai “Adonai” atau “Elohim”. Mereka percaya dengan sepenuh hati bahwa nama Tuhan yang sangat mulia ini tidak boleh diucapkan. Larangan ini bukan hal yang main-main. Hukuman mati akan dijatuhkan kepada siapa pun yang berani mengucapkannya. Dan larangan tabu yang ini lebih ditakuti daripada semua larangan dalam Ten Commandements (10 Perintah Tuhan) disatukan.
Kalau Yahweh adalah memang nama Tuhan yang maha Kuasa, dan jika 27 kitab di dalam Perjanjian Baru adalah memeng ‘Wahyu” dari Dia. Maka adalah keanehan yang paling aneh, bahwa Dia (Yahweh) sepertinya lupa untuk memasukkan nama-Nya sendiri di dalam firman-Nya (Perjanjian Baru). Umat Kristen mengklaim bahwa mereka memiliki lebih dari 24.000 tulisan “asli” dalam bahasa Ibrani yang kemudian disaring sampai menjadi apa yang kita baca sekarang sebagai Perjanjian Baru, namun tidak satu naskah pun yang didalamnya tertulis kata “YHWH”. Secara aneh pula “Nama Tuhan” ini digantikan oleh kata dalam bahasa Yunani “Ky’ri-os” dan “The-os” yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi ‘Allah” dan “Tuhan”.
Bahasa yang membingungkan
Mengapa masalah nama Tuhan ini menjadi sangat aneh dan membingungkan di dalam agama Kristen? Hal ini disebabkan oleh bahasa yang tidak jelas dalam ajaran Kristen.
Yesus adalah orang yahudi yang sehari-harinya berbahasa Ibrani (seperti yang kita bisa dengar dan saksikan di dalam film “Passion of the Christ”). Tapi kitab sucinya ditulis dalam bahasa Yunani yang jauh berbeda dengan bahasa Ibrani. Dalam tiap bahasa, ada kata yang tidak dapat diterjemahkan secara kontekstual dan psikologis, walaupun dapat diterjemahkan secara literal. Tapi kesombongan bangsa Yunani saat penulisan Alkitab adalah keengganan mereka untuk menggunakan bahasa asli Yesus, meskipun hanya dalam penulisan Nama.
Maka sekarang kita lihat kata bahasa Ibrani, Esau menjadi Yesus, Keifas menjadi Petrus, dan Yusuf menjadi Joseph.
Begitu juga dengan nam Tuhan berubah dari Yahweh menjadi Jehovah. Berubah lagi menjadi Lord atau God, bahkan sampai ke Indonesia menjadi TUHAN. Maka bukan hal aneh jika di tiap Negara umat Kristen memiliki nama Tuhan yang berbeda-beda. Tak hanya nama Tuhan, Yesus pun di tiap Negara punya nama yang berbeda-beda. Di Israel namanya Esau, di Inggris dan Amerika namanya Jesus, di Arab namanya Isa, di Jerman namanya Jesu dan lain lain. Berbeda dengan umat Islam. Dimana-mana pun diseluh penjuru dunia, umat Islam memiliki Tuhan yang sama, ALLAH. Nabi yang sama, MUHAMMAD dan tokoh-tokoh yang sama seperti Umar, Rumi atau Ghazali.
Ketika kita mengajarkan anak-anak kita menbaca Basmalah sebelum makan. Maka kita mengajarkan tentang Tuhan kepada mereka, Namanya dan sifat-sifat ketuhanan-Nya. Bismillahirrahmanirrahim… Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Bandingkan dengan “Atas nama Bapak, Putera dan Roh Kudus”. Mungkin nanti Anda harus bersiap kalau-kalau anak Anda bertanya, “Emang nama Bapak Siapa?”
Jangan-jangan Anda Cuma bisa menjawab, “Kok lupa sih nak? nama Bapak kan Wahyudi… gitu loh!”
Entries (RSS)
kuereeennn, TJ…
kak tomy….
aq punya sahabat kristiani taat!!!
tulisan ini jd bwt aq inget…qt pernah ngobrol tentang islam dan kristen, dng topik yg sama…
dan menurut qt bedua… ampe nabi ibrhahim yg dia sebut abraham qt SAMA!!!!!
nabi ibrahim punya isti 2,naaah…islam ke siti hajar dan ismail…
kristen ke siti sarah dan ishaq!!!
btw klo kk tommy dpt refrensi baru..wn jg pengen tau,,, trims